"Mencegah lebih baik dibanding Mengobati " = " Kesehatan itu Mahal "

Archive for the ‘Tulang’ Category

Efek samping Minuman bersoda

 

Cuaca panas terkadang mendorong kita untuk meneguk minuman bersoda. Memang terasa nikmat  karena  kerongkongan kita yang kering langsung terasa segar. Tapi ada efek samping yang seharusnya Anda sadari.

Efek samping minuman bersoda bagi kesehatan

1. Penyebab Utama Tulang Rapuh
Kontributor Eating Well Media Group, menulis. Kandungan soda adalah penyebab utama tulang rapuh. Memang benar, fakta menjelaskan bahwa seorang remaja yang terlalu sering mengkonsumsi soda beresiko mengidap tulang keropos atau osteoporosis. Akibat fatalnya, pengidap akan mudah terkena patah tulang dibanding yang lain. Sebuah studi dalam Archives of Pediatric & Adolencent Medicine Jurnal yang dikeluarkan Asosiasi Kesehatan Amerika dalam risetnya menunjukan bahwa hal ini adalah benar. Riset yang dipimpin oleh Grace Wyshak dari Harvard Medical School di Boston berhasil menganalisa data survey yang dilakukan pada 460 remaja di AS. Hasilnya, remaja yang sering mengkonsumsi soda, tiga kali lebih mudah mengalami patah tulang. Hal ini akan meningkat lima kali lipat bila tetap mengkonsumsi soda dan secara fisik aktif bergerak.

2. Kandungan Kafein Tinggi
Dalam satu gelas soda terdapat 50 miligram kafein. Walau lebih kecil dari kopi, kandungan kafein pada soda tetap jahat. Salah seorang dokter holistic, F. Batmanghelidj, MD, menyatakan bahwa dampak terburuk kafein adalah penyakit jantung dan juga sel-sel otak. Dan yang lebih membahayakan lagi, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa sebenarnya soda memiliki kandungan kafein yang tinggi. Jadi mereka tetap berfikir aman dibanding mengkonsumsi kopi. Asupan kafein secara teratur pada perempuan hamil dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Bahkan dapat menyebabkan keguguran spontan atau kerusakan pada janin. Kafein juga dapat menghambat enzim-enzim yang digunakan dalam pembentukan memori, dan pada akhirnya menyebabkan hilangnya memori. Yang paling membahayakan adalah Kafein dapat beracun bagi sel-sel otak.

3. Mengandung Gula Berlebih
Kandungan gula pada minuman soda dipercaya sangat tinggi dibanding minuman lainnya. Dalam sekaleng soda terkandung paling sedikit Sembilan sendok teh gula!!. Padahal, kebutuhan gula dalam tubuh tidak boleh lebih dari empat sendok teh per hari! Jadi, bayangkan bila anda minum soda sebanyak tiga gelas setiap kali makan siang?!

4. Diet Soda Berbahaya
Yang perlu anda ketahui, belum tentu tulisan diet pada kemasan tidak berbahaya. Biasanya, produsen soda menggunakan pemanis buatan sebagai bahan pengganti gula yang mereka anggap aman. Nah, namanya aspartame. Padahal, bahan kimia ini dapat menyebabkan disfungsi insulin. Selain itu aspartame juga memiliki kandungan zat beracun yang tidak ada di gula alami. Dalam 166 artikel mengenai aspartame yang dipublikasikan oleh jurnal-jurnal medis, dari 91 persen penelitian independen, 84 penelitian dari total 92, ditemukan adanya kejadian membahayakan kesehatan yang diakibatkan oleh aspartame. Penelitian-penelitian sebelumnya akan aspartame telah mengidentifikasi adanya sifat merusak syaraf. Dalam suatu penelitian, 7 monyet diberi susu dengan aspartame. Satu monyet mati, lima lainnya menderita kejang-kejang hebat. Penelitian-penelitian lainnya telah menunjukkan bahwa asam aspartic, aitu salah satu komponen utama aspartame, mengakibatkan kerusakan otak bayi tikus.

5. Pemicu Penyakit Kanker
Peminum soda juga memiliki resiko kanker lebih tinggi. Dalam suatu penelitian disebutkan pula bahwa soda bisa mengakibatkan kerusakan DNA oleh karena sodium benzoate, yaitu zat pengawet yang biasanya ada dalam kebanyakan soft drink, mampu “mematikan” fungsi vital dari DNA Anda. Hal ini menyebabkan munculnya beberapa penyakit seperti misalnya cirrhosis hati dan Parkinson.

6. Menimbulkan Masalah Bagi Otot
Sebuah penelitian menemukan bahwa terlalu banyak minuman soda bisa menimbulkan masalah otot. Problem otot yang diakibatkan terlalu banyak minum soda itu disebut hipokalemia. Penderita hipokalemia ini mengalami penurunan level potassium dalam darah yang mengakibatkan gangguan pada fungsi vital otot. Gejalanya bisa mengalami lemah otot hingga mati rasa seperti lumpuh.

sumber : axlextreme blogspot

Advertisements

Peranan Sayuran untuk Kesehatan Tulang

Susu memang sumber kalsium yang membangun tulang tumbuh kuat, tapi susu bukan satu-satunya sumber mineral penting tersebut. Sayuran tertentu juga memberikan banyak kalsium dan vitamin K, nutrisi yang sama pentingnya untuk kesehatan tulang.
Baik sayuran dan buah-buahan dapat meningkatkan kesehatan tulang dengan menetralisir darah, yang membantu mengurangi ekskresi kalsium dan kehilangan atau kekeroposan tulang.

Untuk membangun dan mempertahankan tulang yang kuat, tubuh membutuhkan jumlah kalsium, vitamin D dan vitamin K yang cukup. Ketiga nutrisi tersebut bekerja sama untuk membangun dan memperbaiki tulang, dengan vitamin D dan K memainkan peran sentral dalam penyerapan kalsium.

Sayuran hijau merupakan sumber utama vitamin K dan juga menyediakan kalsium

  • Lobak
  • Brokoli
  • Kubis Brussel
  • Peterseli
  • Bawang
  • Selada
  • Asparagus
  • Okra
  • Kacang polong
  • Selada air
  • Bok choy
Namun, tidak semua sayuran hijau mengandung kalsium, mineral yang penting untuk tulang. Menurut Harvard School of Public Health, beberapa sayuran juga mengandung asam oksalat, yang menghambat penyerapan kalsium, contohnya bayam dan lobak Swiss. Ketika darah menjadi terlalu asam, tubuh meminjam kalsium dari tulang untuk menetralkan darah. Jika hal ini terjadi sering dan tubuh Anda tidak cukup mengkonsumsi nutrisi tinggi kalsium, vitamin K dan D, maka tulang akan menjadi rapuh dan lemah. Untuk itu, selain mengonsumsi susu, perbanyaklah makan sayuran yang mengandung kalsium dan nutrisi penting lain yang baik untuk menjaga tulang tetap kuat.
sumber : Detik Health online

Ikan Salah Satu yang Bermanfaat Bagi Kesehatan Tulang

Ikan dikenal sebagai makanan yang sehat karena kandungan nutrisi dan bebas dari lemak jahat. Studi baru juga menunjukkan bahwa orang yang rajin makan ikan akan memiliki tulang kuat dan jauh dari risiko osteoporosis.

Studi baru menemukan bahwa orang dewasa yang teratur makan ikan akan memiliki kepadatan tulang yang bagus dibandingkan dengan orang yang jarang makan ikan.

Peneliti percaya bahwa kombinasi minyak ikan dapat melindungi tulang dari risiko kekeroposan dari waktu ke waktu.

“Kami pikir asam lemak omega-3 dari ikan dapat membantu mencegah kekeroposan tulang (osteoporosis),” kata pemimpin studi Dr Katherine Tucker, profesor di North-eastern University, seperti dilansir Health24.

Dr Tucker mengatakan bahwa mencegah kekeroposan tulang tidak seserhana yang dibayangkan. Dalam studi ini Dr Tucker baru mendapatkan hasil setelah 4 tahun studi.

Partisipan yang mengkonsumsi tiga porsi atau lebih ikan gelap dalam seminggu, seperti ikan salmon atau sardin, memiliki risiko keropos tulang yang lebih kecil empat tahun kemudian, dibandingkan dengan wanita yang jarang makan ikan.

Ikan kaya dengan asam lemak omega 3, yaitu EPA (Eikosa Pentaenoat Acid) dan DHA (Docosa Hexaenoic Acid). The American Heart Association merekomendasikan untuk makan dua porsi ikan setiap minggu.

Ikan kaya dengan asam lemak omega 3, yaitu EPA (Eikosa Pentaenoat Acid) dan DHA (Docosa Hexaenoic Acid). Dengan mengkonsumsi ikan dalam jumlah yang tinggi, dapat menjauhkan kita dari resiko pengeroposan tulang. Tidak hanya omega-3, peneliti juga mengatakan bahwa asam lemak omega-6 yang disebut asam arakidonat, juga dapat mencegah terjadinya kekeroposan tulang, tapi bila dikonsumsi dalam tingkat yang tinggi.

“Sepertinya Anda perlu mengonsumsinya dalam keseimbangan yang baik. Jika Anda makan asam arakidonat pada tingkat yang sangat rendah, maka Anda tidak akan melihat manfaat dari omega-3,” jelas Dr Tucker.

Menurutnya, orang tidak bisa hanya mengambil satu suplemen untuk mendapatkan efek yang baik. Dr Tucker mengatakan terlalu banyak mengonsumsi satu lemak tersebut sebenarnya dapat berbahaya.

“Pada pria, bila asam arakidonat tinggi dan omega-3 rendah maka akan menyebabkan kekeroposan tulang yang lebih parah,” jelas Dr Tucker.

Dr Tucker mengatakan belum ada formula yang tepat dari asam lemak omega-3 dan omega-6 yang akan baik untuk kesehatan tulang.

“Ikan muncul untuk memberikan keseimbangan yang baik, karena memiliki asam lemak omega-3 yang cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan asam lemak omega-6 berlimpah,” jelas Dr Tucker.

sumber : kompas online

Menabung Kalsium untuk Kesehatan Tulang

penderita keropos tulang (osteoporis) mengalami peningkatan

         Jumlah penderita penyakit tulang terus mengalami peningkatan, terutama diderita oleh kaum perempuan yang sudah melewati masa menopause. Penyakit tulang yang banyak dikeluhkan saat ini adalah keropos tulang (osteoporis). Penyakit ini terjadi karena kepadatan (densitas) massa tulang berkurang drastis. Akibatnya, tulang menjadi keropos dan ketika digerakkan atau terjatuh tulang bisa patah. Maka, sangat penting memiliki tulang yang kuat dan sehat agar terhindar dari keropos tulang ketika usia sudah tua.

         Menurut Dr Siti Annisa Nuhonni, dari Departemen Rehabilitasi Medik RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo/Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, tubuh manusia terdiri atas 40%  cairan, 30%  otot, 20%  jaringan cadangan lemak, dan 10%  tulang. Dengan demikian, 90% beban tubuh menempel dan disangga oleh tulang. Manusia sering kali tidak menyadari betapa berat beban tulang sebagai tempat bergantung seluruh anggota tubuh. ”Tulang yang menjadi pilar utama tubuh juga berfungsi melindungi jantung, paru-paru, otak, dan organ penting lainnya dari luka akibat benturan. Tulang juga merupakan rumah yang menyimpan cadangan kalsium yang dibutuhkan,” katanya Siti pada peluncuran kampanye nasional Strong Women Strong Bones oleh Produgen, pekan lalu di Jakarta.

            Umumnya manusia menyepelekan pentingnya tulang hingga saat tulang tak lagi mampu bekerja sebagaimana seharusnya. Tulang merupakan jaringan yang hidup sangat dinamis. Dalam menjalankan tugasnya, tulang akan selalu mengalami proses perusakan dan pembentukan kembali. Agar berfungsi dengan baik, tulang harus memperoleh nutrisi dan latihan fisik yang cukup. ”Sepanjang usia kehidupan manusia, tulang secara tetap dan teratur berproses dinamis, dibongkar untuk kemudian dibangun kembali, menjadi tulang baru dan segar. Proses ini harus seimbang, dikontrol oleh beberapa hormon. Proses yang seimbang akan menjamin kesehatan tulang,” ujarnya.

Struktur yang dimiliki tulang

          Tulang memiliki struktur tersendiri, terdiri atas protein (kolagen, glikoprotein, dan proteoglikan) dan mineral (kalsium dan phosfor) Tulang, lanjutnya, akan mengalami proses pembentukan atau formation dan perombakan atau resorpsion. Pembentukan ditentukan oleh aktivitas osteoblas dan proses mineralisasi, sedangkan perombakan oleh aktivitas osteoklas. Pengurangan massa tulang
Nuhonni menjelaskan, kondisi yang bisa menimbulkan tulang kehilangan massanya terkait dengan aktivitas fisik. Antara lain tidak aktif, tirah baring lama, parese atau paralisa otot, imobilisasi, dan berada di ruang hampa. Menurut Samuel, faktor risiko yang bisa mengakibatkan massa tulang berkurang adalah wanita yang berusia di atas 50 tahun, riwayat keluarga, tidak minum susu dan produk susu, lebih sering makan makanan siap saji, dan diet tinggi protein. ”Pemakaian obat-obatan, tidak aktif, merokok, minum kopi, alkohol, cola dan karbonat juga merupakan faktor risiko yang bisa menyebabkan masalah pada tulang,” tutur Samuel.

Jika banyak menabung kalsium dalam tulang maka akibatnya terkena keropos tulang

           Pada saat kanak-kanak hingga usia 20 tahun, kita seharusnya secara serius menabung kalsium dalam tulang. Karena, saat itu tulang sedang pada masa pertumbuhan dan perkembangan. Setelah itu, massa tulang akan menurun secara alamiah. Kecepatan perusakan tulang tak lagi dibarengi dengan kecepatan untuk memperbaiki diri. Jika tak banyak menabung kalsium dalam tulang, seseorang bisa terkena keropos tulang. Proses bertahun-tahun ini tidak kita sadari karena tak menyebabkan rasa sakit hingga kita diketahui terkena osteoporosis.

           Oleh karena itu penyakit yang hampir tidak bisa disembuhkan ini disebut sebagai silent disease,” ungkap Samuel. Umumnya, lanjutnya, wanita berhenti minum susu saat remaja karena takut gemuk. Padahal, penelitian memperlihatkan mereka yang minum susu tinggi kalsium bebas lemak akan dapat menjaga berat badan. Bahkan, mereka bisa mengurangi berat badan selama jumlah makanan yang dikonsumsi lebih rendah dibandingkan energi yang dikeluarkan. Setelah wanita berusia 30 tahun, kecepatan pertumbuhan tulang mereka akan kalah dibandingkan proses perusakannya. Sehingga setiap tahun, massa tulang akan berkurang satu persen. Bahkan pengurangan bisa mencapai tiga hingga lima persen pada saat lima hingga tujuh tahun pertama setelah menopause. ”Dengan demikian, tanpa pasokan dan tabungan kalsium yang cukup, tulang akan kehilangan kekuatannya,” jelas Samuel.

Latihan fisik dan Olahraga Teratur

          Latihan fisik adalah salah satu hal penting yang bisa mencegah keropos tulang adalah melakukan aktivitas fisik dan olahraga secara teratur. Menurut Dr Siti Annisa Nuhonni, dari Departemen Rehabilitasi Medik RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo/ Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, olahraga yang tepat bagi kekuatan tulang adalah yang membebani tulang. Misalnya berjalan, berdansa, melompat, naik tangga, dan fitness. Komponen physical fitness yang bisa meningkatkan kesehatan tulang dan sendi adalah otot yang kuat (otot menggerakkan tulang), stamina (ketahanan untuk melakukan latihan dalam kurun waktu lama), dan kelenturan (kemampuan gerak sendi secara bebas, tanpa menimbulkan nyeri atau kerusakan jaringan). Yang dimaksud gerakan dinamis adalah gerak isotonis yang lebih memberi manfaat bagi tulang. Latihan endurance berupa aerobik low impact akan memberikan nilai tambah untuk kebugaran. Sementara latihan koordinasi dan keseimbangan penting untuk keamanan mobilitas, dan menghindari jatuh.

           Dosis latihan fisik yang dianjurkan adalah 3-5 kali per minggu dengan durasi 30 sampai 60 menit. Sedangkan waktu yang tepat sebaiknya terpapar matahari, yaitu pukul 07.00 – 09.00 atau 15.00 – 16.30. Latihan fisik untuk kesehatan tulang harus menerapkan prinsip spesifisitas, progresiviotas, reversibilitas, dan prinsip nilai awal. ”Kontraksi otot secara penuh menjadi syarat mutlak untuk stimulan tarikan terhadap tulang,” lanjutnya.

           Selain berolahraga, untuk menjaga kesehatan tulang juga bisa dilakukan dengan cara diet seimbang kaya kalsium, hidup aktif dan sehat, menghindari kebiasaan buruk, waspada dan menganut prinsip pencegahan, serta diagnosis dini dan terapi tepat.

Faktor risiko penyebab massa tulang berkurang yaitu :

1. Wanita berusia di atas 50 tahun
2. Riwayat keluarga (ada anggota keluarga terkena osteoporosis)
3. Tidak minum susu dan produk susu
4. Lebih sering mengonsumsi makanan siap saji
5. Diet protein tinggi
6. Pemakaian obat-obatan tertentu
7. Tidak aktif (sangat kurang gerak)
8. Merokok
9. Minum kopi, alkohol, cola dan minuman berkarbonat
10. Tirah baring lama
11. Berada di ruang hampa

sumber :  republika online

Penjelasan dan Fungsi Vitamin D

Fungsi Vitamin D

Vitamin D sangat penting bagi kesehatan tulang karena berperan dalam penyerapan kalsium di lambung dan saluran pencernaan. Tanpa vitamin D yang cukup, tubuh kita tidak akan mampu menyerap kalsium dengan baik sehingga memiliki tulang yang lemah. Vitamin D adalah pro-hormon yang digunakan tubuh kita untuk mengangkut kalsium dari pencernaan melalui darah menuju ke tulang, jantung, otak, paru-paru dan organ lain yang memerlukannya.

Sumber Vitamin D

Vitamin D adalah vitamin yang larut di lemak yang secara alami hanya tersedia pada sedikit sekali jenis makanan. Vitamin D2 (ergocalciferol) terdapat pada beberapa tumbuhan dan jamur. Beberapa jenis ikan yang berlemak, seperti ikan cod, tuna dan salmon, mengandung vitamin D2 karena mereka memakan alga yang mengolah vitamin D dengan bantuan sinar matahari.

Vitamin D3 (cholecalciferol) diproduksi tubuh ketika sinar ultraviolet mengenai kulit kita dan merangsang produksinya. Untuk mendapatkan vitamin D3 yang memadai, paparkan kulit Anda di sinar matahari selama 10-15 menit beberapa kali seminggu. Radiasi yang mengubah vitamin D di kulit memiliki panjang gelombang yang sama dengan yang menyebabkan kulit menghitam, karena itu penggunaan tabir surya akan menghambat produksi vitamin D. Seiring penuaan, efektivitas kulit dalam memproduksi vitamin D semakin berkurang.

Vitamin D yang berasal dari makanan, suplemen dan paparan sinar matahari bersifat inaktif secara biologis sehingga harus menjalani dua proses hidroksilasi di dalam tubuh untuk mengaktifkannya. Proses pertama terjadi di hati dan mengubah vitamin D menjadi 25-hidroksivitamin D [25(OH)D], juga dikenal sebagai calcidiol. Calcidiol paling banyak tersedia di dalam tubuh dibandingkan bentuk vitamin D lainnya. Proses kedua terjadi terutama di ginjal dan membentuk zat aktif 1,25-dihidroksivitamin D [1,25(OH)2D], dikenal juga sebagai calcitriol. Inilah bentuk vitamin D yang membantu penyerapan kalsium.

Hati dan ginjal kita sangat berperan dalam pengubahan dari bentuk vitamin D yang inaktif menjadi aktif. Alasan utama mengapa alkohol memperburuk kondisi tulang adalah efek negatifnya terhadap hati. Beberapa penyakit ginjal juga menjadi pemicu terjadinya osteoporosis. Beberapa riset, misalnya, menunjukkan bahwa pasien yang menderita urolithiasis (proses pembentukan batu di ginjal, kandung kemih dan uretra) memiliki massa tulang yang lebih rendah dibandingkan rata-rata.

Mencegah Osteoporosis dengan Vitamin D

Osteoporosis dapat dicegah dengan asupan vitamin D harian sebesar 200-400 unit. Banyak multivitamin dan suplemen kalsium yang juga mengandung vitamin D. Rata-rata satu tablet multivitamin tersebut mengandung 400 IU vitamin D. Karena itu satu tablet multivitamin setiap hari sudah cukup memenuhi kebutuhan vitamin D Anda.

Perlu diketahui bahwa dalam proses pengubahan calcidiol menjadi calcitrol, hormon paratiroid (PTH)-lah yang merangsang ginjal melakukan proses itu. Bila Anda memiliki terlalu banyak calcidiol di dalam tubuh, akan terlalu banyak hormon paratiroid yang dilepaskan. Karena hormon tersebut juga merangsang pembentukan osteoclast (sel-sel yang melarutkan tulang), terlalu banyak PTH akan menyebabkan pengeroposan tulang. Karena itu, terlalu banyak vitamin D juga tidak baik bagi tulang Anda.

sumber : majalahkesehatan online

Tag Cloud